Aprindo: Mi Instan Korea Kurang Populer Dibanding Mi Instan Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam surat instruksinya menyatakan bahwa ada empat produk mi instan asal Korea Selatan yang diduga mengandung babi, termasuk merek Samyang.

Keempat produk tersebut tidak mencantumkan keterangan “mengandung babi” pada kemasannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para anggotanya, yakni pengusaha ritel terkait peredaran produk tersebut.

Pasalnya, BPOM menyatakan bakal menarik peredaran produk mi instan Korea itu dari pasaran. Namun demikian, Roy menyatakan hampir tidak ada anggotanya menjual produk itu.

Pasalnya, rata-rata produk mi instan Korea dijual secara segmentasi, yakni di pusat-pusat perbelanjaan khusus Korea.

“Produk mi instan itu kebanyakan hanya di jual di pusat perbelanjaan, swalayan khusus Korea. Di pusat hiburan khusus Korea saja.

Penjualan produk mi instan itu terkait dengan cukup banyaknya warga Korea yang berdomisili di Indonesia. Roy menyatakan, cukup banyak ekspatriat asal Korea yang berada di kota-kota besar, termasuk di Jakarta.

Selain itu, Roy meyakini meski ada masyarakat Indonesia yang mengenal produk mi instan tersebut, namun preferensi selera masyarakat berbeda. Menurut dia, rasa mi instan Korea berbeda dengan mi instan produksi Indonesia.

“Rasanya juga beda ya mi instan Korea. Tampaknya beda dengan selera Indonesia,” tutur Roy.